Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Aqidah menurut Salaf

Untuk mengetahui akidah Salaf, maka perlu disimak ungkapan dari ulama Salaf itu sendiri. Wakil Sultan (di Suriah tempat Ibnu Taimiyah bermukim, pen) bertanya tentang iktikad (Aqidah), maka Ibnu Taimiyah ra berkata: Aqidah bukan datang dariku, juga bukan datang dari orang yang lebih dahulu dariku tapi dari Allah SWT dan Rasul-Nya, dan apa yang diijma’i oleh para salaf umat ini diambil dari kitabullah dan hadits-hadits Bukhari dan Muslim serta hadits-hadits lainnya yang cukup dikenal dan riwayat-riwayat shahih dari generasi salaf umat ini.
   Dan kata Ibnu Taimiyah: “Aku berkata: ‘Tidak! Demi Allah! Ini bukan khusus aliran Ahmad bin Hanbal. Tapi ia adalah akidah generasi salaf dan para Imam ahli hadits. Juga kukatakan: Ini adalah akidah Rasulullah Saw, dan setiap lafadz yang kusebutkan, aku sertai ayat atau hadits atau ijma’ para salaf dan kusebutkan orangnya yang mengutip atau meriwayatkan ijma’ dari para salaf kaum muslimin, fuqaha yang empat, ulama mutakallimin, ahli hadits…

Musykilat seputar berdirinya NU

Kembali pada persoalan awal, Untuk melacak lebih cermat tentang sebenarnya untuk apa didirikannya NU, perlu disimak apa yang ditulis oleh Dr Deliar Noer. Menurutnya, penghapusan kekhalifahan di Turki menimbulkan kebingungan pada dunia Islam pada umumnya, yang mulai berfikir tentang pembentukan suatu khilafat baru. Masyarakat Islam Indonesia bukan saja berminat dalam masalah ini, malah merasa berkewajiban memperbincangkan dan mencari penyelesaiannya. Kebetulan Mesir bermaksud mengadakan kongres tentang khilafat pada bulan Maret 1924, dan sebagai sambutan atas maksud ini suatu Komite Khilafat didirikan di Surabaya tanggal 4 Oktober 1924 dengan ketua Wondosudirdjo (kemudian dikenal dengan nama Wondoamiseno) dari Sarekat Islam dan wakil ketua KHA Wahab Hasbullah. Kongres Al-Islam ketiga di Surabaya bulan Desember 1924 antara lain memutuskan untuk mengirim sebuah delegasi ke Kongres Kairo, terdiri dari Surjopranoto (Saerkat Islam), Haji Fachruddin (Muhammadiyah) serta KHA Waha…