Langsung ke konten utama

AL-QURAN DAN RAHASIA ANGKA-ANGKA

Bilangan Kata "Malik"

Kata malik dengan pengertian penguasa, disebut 12 kali, sebanyak jumlah Khalifah setelah Rasulullah saw., yaitu dalam ayat-ayat berikut:
  1. Raja (malik) berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus ..... (Yusuf: 43).
  2. Raja (malik) berkata: "Bawalah dia kepadaku," maka ketika utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu ..... (Yusuf: 50).
  3. Dan Raja (malik) berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku. " (Yusuf: 54).
  4. Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala raja (malik), dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat beban unta) ..... (Yusuf: 72).
  5. ..... Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja (malik), kecuali Allah menghendakinya ..... (Yusuf: 76).
  6. ..... Karena di hadapan mereka ada seorang raja (malik) yang merampas setiap bahtera. (Al-Kahfi: 79).
  7. ..... Yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: ",4ngkatlah untuk kami seorang raja (malik) supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah. (Al-Baqarah: 246).
  8. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu (malaka)." (Al-Baqarah: 247).
  9. Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja (al-muluk) apabila memasuki suatu negeri niscaya mereka membinasakannya ..... (Al-Naml: 34).
  10. ..... lngatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kamu, dan dijadikan-Nya kamu orang­orang merdeka (mulukan) ..... (Al-Maidah: 20).
  11. Mereka berseru: "Hai Malik! biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu tetap akan tinggal (di neraka ini)" (Al-Zukhruf: 77).
  12. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu terbagi dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan kami sendiri, lalu mereka menguasainya (malikun). (Yasin: 71). 


    Al-Quran dan Rashia Angka-Angka
    Oleh: DR. Abu Zahra an-Najdi

    Sponsor link:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits ke-248 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Wudhu Sebelum Mandi

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلم " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي المَاءِ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ المَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ "
248. Abdullah bin Yusuf menyampaikan kepada kami dari Malik yang mengabarkan dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah istri Nabi 6 bahwa jika Nabi 6 hendak mandi janabah, beliau mengawalinya dengan membasuh tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Setelah itu, beliau memasukkan jari jarinya ke dalam air dan dengan jari tersebut beliau menyela-nyela pangkal rambutnya. Lalu beliau menuangkan air ke kepala dengan tiga kali cidukan kedua tang…

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi
Saat ini, generasi-generasi muda kaum muslimin, khususnya yang tinggal di Amerika dan Eropa, selalu dihadapkan pada gerakan kristenisasi yang dilakukan oleh umat Nashrani. Dimana mereka senantiasa mendatangi rumah-rumah kaum muslimin untuk menyampaikan dakwah mereka dan mengajak kaum muslimin untuk beribadah kepada Isa as. - wal 'iyadzu billah-, Apakah nasehat anda kepada mereka untuk dapat menghadapi gerakan kristenisasi yang bertubi-tubi tersebut? Dan kitab­kitab apakah yang berisikan nasehat-nesehat kepada kaum muslimin dalam menghadapi gerakan kristenisasi itu?
Jawab:
Kami nasehatkan kepada seluruh kaum muslimin untuk bersungguh-sungguh di dalam mempelajari agama Islam, dan bersungguh-sungguh di dalam mempelajari tentang dalil-dalil syahadataini,120syarat-sayaratnya, dan perkara-perkara apa saja yang terkandung di dalam kedua syahadat tersebut.
Di samping itu, kami nasehatkan juga kepada seluruh kaum muslimin untuk benar-b…

Hadits ke-135 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Shalat Tidak akan Diterima tanpa Bersuci

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الحَنْظَلِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ» قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ: مَا الحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟، قَالَ: فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ
135. Ishaq bin Ibrahim al-Hanzhali menyampaikan kepada kami dari Abdurrazaq yang mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari Hammam bin Munabbih yang mendengar Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah 6 bersabda, “Shalat orang yang berhadats tidak akan diterima hingga dia berwudhu.“ Seorang laki-laki dari Hadhramaut berkata, “Apa yang dimaksud dengan hadats, wahai Abu Hurairah?“ Abu Hurairah menjawab, “Kentut, baik dengan suara atau tidak.“ (Lihat hadits no. 6954).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah