Kontroversi Ketuhanan Isa Dalam Matius Pasal 27 Ayat 45­46

Kontroversi Ketuhanan Isa Dalam Matius Pasal 27 Ayat 45­46

Dalam Injil Matius pasal 27 ayat 45-46 ada teks yang berbunyi: Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira­kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah­Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Teks ini jelas sekali menunjukkan kekontradiksian Injil karena dua sebab: Pertama, pengakuan mereka sendiri bahwa Isa as. mengatakan: Allah-ku atau Tuhan­ku, dan bukan mengatakan: Bapa-ku. Kedua, bagaimana bisa ia diturunkan untuk disalib demi menghapus dosa-dosa manusia -sebagaimana sangkaan mereka- sementara ia berteriak dengan suara yang tinggi mengatakan: mengapa Engkau meninggalkan Aku?, sebagai sanggahan terhadap (status ketuhanannya) dan teks itu telah menjadikan bahwa ia mendapat tugas yang diturunkan?! Apakah ada komentar atau tambahan lain -dari Yang Terhormat- atas teks yang terdapat dalam Injil ini?

Jawab:

Teks ini, dan teks-teks lainnya yang terdapat dalam Taurat, Injil dan al-Our`an banyak sekali secara jelas menunjukkan pengakuan Isa as. bahwa Tuhan yang sebenarnya adalah Allah swt. dan Dia-lah Tuhannya dan Tuhan sekalian manusia, seperti ucapannya dalam surah al-Maidah: Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku; yaitu:
"Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu."138 Dan ucapannya dalam surah Ali Imran: "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."139 Dan pada surah Maryam: "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu .. "140 serta pada surah az-Zukhruf: "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu . . .".141 Sebagaimana ia (Isa as.) memberitahukan, bahwa dirinya adalah utusan Allah swt. Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya: "Dan (ingatlah) ketika `Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu."142 Dan dalil-dalil lain yang serupa dengannya.

Dan yang demikian itu dapat diterima dari dalil-dalil akal, naql dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya sebelum Isa as. yang berisikan pensucian Allah dari istri, anak, ri­val dan perbandingan dari satu makhluk apapun, serta menolak ucapan orang-orang Nasrani mengenai Isa as.

Sesungguhnya para ulama umat ini telah banyak membantah dan menjelaskan kelemahan akal mereka; di mana mereka menyangka, bahwa Allah swt. telah menjelma pada Isa dan muncul kepada orang-orang dalam bentuk seorang manusia yang butuh makan, minum dan buang hajat, atau berkeyakinan, bahwa Isa adalah anak Allah swt., kendati demikian Dia telah menelantarkan dan membiarkannya ditangkap oleh musuh-musuhnya sehingga mereka memukulinya dan meletakkan duri di atas kepalanya, lalu membunuhnya kemudian menyalibnya. Sementara sang Bapa, Tuhan yang berkuasa mengatur urusan alam ini hanya membiarkannya, padahal ia adalah anak-Nya. Maha Suci Allah dari semua itu.143

Catatan kaki:

138. QS. al-Maaidah : 117.
139. QS. Ali Imran : 51.
140. QS. Maryam : 36.
141. QS. az-Zukhruf : 64.
142. QS. as-Shaff : 6.
143. Berkata Ibn al-Qayyim dalam bukunya "Hidayatu al Hayaara fi Ajwibati al Yahuud wa an-Nashara" hal. 212 ketika mengkomentari teks yang tersebut dalam Injil Matius pasa127 ayat 45-46 ini: "Bagaimana hal ini bisa digabungkan dengan ucapan kalian yang mengatakan, bahwa dia sendirilah yang menyerahkan dlrinya kepada orang­orang Yahudi agar mereka menyalib dan membunuhnya, sebagai bukti kasih sayang darinya terhadap hamba-hambanya sehingga dia menebus mereka dari dosa-dosa dengan dirinya sendiri, serta mengeluarkan Adam, Nuh, ibrahim, Musa dan seluruh nabi-nabi dari neraka Jahannam dengan tipu muslihat yang telah dia atur untuk Iblis?!. Bagaimana bisa Tuhan sekalian afam merasa cemas karena hal itu?! Dan bagaimana dia bisa meminta keselamatan dari hal itu, padahal dia sendirilah yang telah memilih dan merelakannya?!. Bagaimana bisa dia berteriak sekuat-kuatnya, dan berkata : Tuhanku, mengapa engkau membiarkan aku?! padahal dia sendirilah yang memilih untuk dirinya?! Bagaimana bisa Bapa-nya tidak menyelamatkannya, padahal Dia mampu untuk menyelamatkannya, dan menurunkan petaka terhadap salib dan para pembuanya?! ataukah karena Tuhannya lemah, tidak mampu melawan terhadap orang-orang Yahudi itu?!"
Berkata Rahmatullah al Hind dalam bukunya "Izhaaru al Haqq" (3/741) ketika memberikan komentar terhadap teks yang tersebut dalam Injil Matius pasa127 ayat 45 (berserulah Yesus dengan suara nyaring: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?): "Ucapan yang muncul darinya di akhir nafas hidupnya ini secara tegas menyangkal ketuhanannya (al-Masih), terutama atas pendapat orang­orang yang mengatakan inkarnasi atau reinkamasi. Karena jika sekiranya dia adalah Tuhan, niscaya dia tidak meminta tolong kepada Tuhan yang lain dengan mengatakan: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?, dan pasti dia tidak mengatakan: "Ya Bapa, ke datam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." (Lukas 23 : 46), serta pasti dia tidak lemah dan mati atas kelemahan.

 
SHARE

Berita Islam

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar