Langsung ke konten utama

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN SESEORANG

Pertanyaan:

Apa yang menyebabkan Islam seseorang menjadi batal?
 
Jawab:

Setiap  manusia,  apabila  telah  mengucapkan  dua   kalimat Syahadat,  maka  dia  menjadi orang Islam. Baginya wajib dan berlaku hukum-hukum Islam, yaitu beriman akan  keadilan  dan kesucian Islam. Wajib baginya menyerah dan mengamalkan hukum Islam  yang  jelas,  yang  ditetapkan  oleh  Al-Qur'an   dan As-Sunnah.

Tidak   ada   pilihan  baginya  menerima  atau  meninggalkan sebagian.  Dia  harus  menyerah  pada   semua   hukum   yang dihalalkan  dan  yang  diharamkan, sebagaimana arti (maksud) dari ayat di bawah ini:

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki  yang  Mukmin  dan  tidak (pula)  bagi wanita yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan,  akan  ada  bagi  mereka pilihan   (yang  lain)  tentang  urusan  mereka  ..."  (Q.s. Al-Ahzab: 36) .

Perlu diketahui bahwa ada diantara  hukum-hukum  Islam  yang sudah  jelas  menjadi  kewajiban-kewajiban,  atau yang sudah jelas diharamkan  (dilarang),  dan  hal  itu  sudah  menjadi ketetapan  yang  tidak  diragukan lagi, yang telah diketahui oleh ummat Islam pada umumnya. Yang demikian  itu  dinamakan oleh para ulama:

"Hukum-hukum agama yang sudah jelas diketahui."

Misalnya,  kewajiban salat, puasa, zakat dan sebagainya. Hal itu  termasuk  rukun-rukun  Islam.  Ada   yang   diharamkan, misalnya,  membunuh,  zina, melakukan riba, minum khamar dan sebagainya.

Hal itu termasuk dalam dosa besar. Begitu  juga  hukum-hukum pernikahan,  talak,  waris  dan  qishash, semua itu termasuk perkara yang tidak diragukan lagi hukumnya.

Barangsiapa  yang  mengingkari  sesuatu   dari   hukum-hukum tersebut,  menganggap  ringan  atau  mengolok-olok, maka dia menjadi kafir dan murtad. Sebab, hukum-hukum tersebut  telah diterangkan dengan jelas oleh Al-Qur'an dan dikuatkan dengan hadis-hadis  Nabi  saw.  yang  shahih  atau  mutawatir,  dan menjadi  ijma'  oleh  ummat  Muhammad  saw. dari generasi ke generasi.  Maka,  barangsiapa  yang  mendustakan  hal   ini, berarti mendustakan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Mendustakan  (mengingkari)  hal-hal tersebut dianggap kufur, kecuali bagi orang-orang yang baru masuk Islam (muallaf) dan jauh  dari  sumber informasi. Misalnya berdiam di hutan atau jauh dari kota dan masyarakat kaum Muslimin.

Setelah mengetahui ajaran agama Islam,  maka  berlaku  hukum baginya.
 

Sumber:
Fatwa Al-Qardhawi
Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah
Dr. Yusuf Al-Qardhawi

Sponsor link:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits ke-248 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Wudhu Sebelum Mandi

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلم " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي المَاءِ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ المَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ "
248. Abdullah bin Yusuf menyampaikan kepada kami dari Malik yang mengabarkan dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah istri Nabi 6 bahwa jika Nabi 6 hendak mandi janabah, beliau mengawalinya dengan membasuh tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Setelah itu, beliau memasukkan jari jarinya ke dalam air dan dengan jari tersebut beliau menyela-nyela pangkal rambutnya. Lalu beliau menuangkan air ke kepala dengan tiga kali cidukan kedua tang…

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi
Saat ini, generasi-generasi muda kaum muslimin, khususnya yang tinggal di Amerika dan Eropa, selalu dihadapkan pada gerakan kristenisasi yang dilakukan oleh umat Nashrani. Dimana mereka senantiasa mendatangi rumah-rumah kaum muslimin untuk menyampaikan dakwah mereka dan mengajak kaum muslimin untuk beribadah kepada Isa as. - wal 'iyadzu billah-, Apakah nasehat anda kepada mereka untuk dapat menghadapi gerakan kristenisasi yang bertubi-tubi tersebut? Dan kitab­kitab apakah yang berisikan nasehat-nesehat kepada kaum muslimin dalam menghadapi gerakan kristenisasi itu?
Jawab:
Kami nasehatkan kepada seluruh kaum muslimin untuk bersungguh-sungguh di dalam mempelajari agama Islam, dan bersungguh-sungguh di dalam mempelajari tentang dalil-dalil syahadataini,120syarat-sayaratnya, dan perkara-perkara apa saja yang terkandung di dalam kedua syahadat tersebut.
Di samping itu, kami nasehatkan juga kepada seluruh kaum muslimin untuk benar-b…

Hadits ke-135 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Shalat Tidak akan Diterima tanpa Bersuci

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الحَنْظَلِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ» قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ: مَا الحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟، قَالَ: فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ
135. Ishaq bin Ibrahim al-Hanzhali menyampaikan kepada kami dari Abdurrazaq yang mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari Hammam bin Munabbih yang mendengar Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah 6 bersabda, “Shalat orang yang berhadats tidak akan diterima hingga dia berwudhu.“ Seorang laki-laki dari Hadhramaut berkata, “Apa yang dimaksud dengan hadats, wahai Abu Hurairah?“ Abu Hurairah menjawab, “Kentut, baik dengan suara atau tidak.“ (Lihat hadits no. 6954).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah