Langsung ke konten utama

Apakah tafsir potongan kalimat yang terdapat dalam ayat: "...diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus..."88

Apakah tafsir potongan kalimat yang terdapat dalam ayat: "...diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus..."88

Jawab:

Sudah jelas bahwa Ruh Qudus dalam ayat itu adalah malaikat yaitu Jibril as. Penafsiran inilah yang terpercaya, sesuai dengan komentar Ibnu Katsir di kitab Tafsir-nya tentang ayat "...dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus..."89 Ibnu Katsir menerangkan, bahwa itu adalah keterangan yang bersumber dari Ibnu Mas'ud dan disetujui sahabat lain, termasuk Ibnu Abbas, Muhammad bin Ka'ab, Ismail bin Khalid, as-Sadi, Rabi' bin Anas, `Athiyah Al `Aufa, dan Qatadah. Keterangan yang sama juga dimuat Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat, "dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)".

Dalam kitab hadits shahih Bukhari dan shahih Muslim ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. berdoa untuk Hassan: "Ya Allah, perkenankanlah doaku, kuatkanlah ia (Hassan) dengan ruh kudus (suci)"90, yakni malaikat. Di riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah saw. berkata kepada Hassan: Serang mereka, malaikat Jibril ada bersamamu" 91. Hassan berkata: "Malaikat Jibril yang disebutkan Rasulullah itu ada di tengah-tengah kami. Ruh suci itu terbukti nyata adanya." Ibnu Hibban dan sanad lain meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Ruh Kudus diilhamkan ke dalam hatiku, seorang tidak akan mati hingga rezeki dan ajalnya sudah sampai (sempurna).92

Imam Qurthubi meriwayatkan dari Mujahid dan Hasan yang mengatakan: al-Qudus adalah Allah dan Jibril, yaitu ruh tunggal dari sekalian ruh yang diciptakan Allah. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, `ruh qudus' adalah `Nama Agung' yang dengan sebab itu Isa dapat menghidupkan yang sudah mati. Tafsir yang agak serupa juga diriwayatkan dari Sa'id bin Zubair dan `Ubaid bin `Umair.

Menurut Rabi' bin Anas, al-Qudus adalah Allah swt. Menurut as-Sadi, al-Qudus adalah berkah. Sedangkan al-Aufa meriwayatkan dari Ibnu Ahbas, makna al-Qudus adalah at Thahr (suci). Dan menurut Ibnu Zaid, Allah mengokohkan dakwah Isa dengan kitab suci Injil sebagai nyawa, seperti halnya al-Quran juga berfungsi sebagai nyawa. Menurut az-Zamakhsyari, Ruh Qudus itu ialah ruh Isa, nyawa suci.

Pendapat yang tepat adalah pendapat yang dipilih jumhur ulama (mayoritas), yaitu malaikat Jibril. Isa diistilahkan dengan ruh dari Allah, karena Isa termasuk ciptaan yang terdiri dari jasad dan nyawa. Jibril disebut juga dengan `ruh' karena Jibril terdiri dari ruh saja, tanpa ada jasad yang dapat dicerna dengan panca indra. Jibril adalah suci dan tidak pernah berbuat kemaksiatan dan pelanggaran. Dan pensucian merupakan `pengagungan', seperti dalam ucapan malaikat yang ditampilkan dalam ayat: ".. . dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)... "93 maksudnya, kami mengagungkan-Mu, memuliakan-Mu dan mensucikan-Mu dari sekalian sifat-sifat kekurangan dan cacat. Wallahu'alam.

Catatan kaki:

88. QS. al-Maidah 5 : 110.
89. QS. al-Baqarah 2 : 87.
90. HR. Bukhari, di kitab shahih dengan nomor hadits 453, Kitab: Shalat, Bab: Membaca syair di dalam masjid. Muslim, dengan nomor hadits 2485, Kitab: Keutamaan Sahabat, Bab: Keisfimewaan Hassan bin Tsabit. Ahmad, di kitab hadits Musnad (5/222). Nasa'i, dengan nomor hadits 716, Kitab: Masjid, Bab: Diiztnkan menyanyikan sya'ir yang baik, sopon, di dalam masjid. Semua riwayat di atas dari Abu Hurairah ra.
91. HR. Bukhari, di kitab hadits shahih dengan nomor hadits 6153, Kttab: Adab, Bab: Cacian kaum musyrtkin, diriwayatkan dari al-Barra' ra. Muslim, dalam kitab shahih dengan nomor hadits 2486, Kitab: Keutomoan sahabat, Bab: Keistimewaan Hassan bin Tsabit, diriwayatkan dari al-Barra' ibnu Azib ra.
92. HR. Abu Nuaim di buku Hilyatul Auliya (10/27) dari Abu Umamah. Hadits ini sahih menurut al-Bani dan terdapat di dalam kitab shahih al-Jami dengan nomor hadits 2085, dan ia kesahihan hadits ini juga diketahui ketika mentakhrij hadits-hadits problem kemiskinan, karangan Yusuf Qardawi.
93. QS. al-Baqarah 2:30.

Sponsor link:

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits ke-248 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Wudhu Sebelum Mandi

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلم " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي المَاءِ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ المَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ "
248. Abdullah bin Yusuf menyampaikan kepada kami dari Malik yang mengabarkan dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah istri Nabi 6 bahwa jika Nabi 6 hendak mandi janabah, beliau mengawalinya dengan membasuh tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Setelah itu, beliau memasukkan jari jarinya ke dalam air dan dengan jari tersebut beliau menyela-nyela pangkal rambutnya. Lalu beliau menuangkan air ke kepala dengan tiga kali cidukan kedua tang…

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi
Saat ini, generasi-generasi muda kaum muslimin, khususnya yang tinggal di Amerika dan Eropa, selalu dihadapkan pada gerakan kristenisasi yang dilakukan oleh umat Nashrani. Dimana mereka senantiasa mendatangi rumah-rumah kaum muslimin untuk menyampaikan dakwah mereka dan mengajak kaum muslimin untuk beribadah kepada Isa as. - wal 'iyadzu billah-, Apakah nasehat anda kepada mereka untuk dapat menghadapi gerakan kristenisasi yang bertubi-tubi tersebut? Dan kitab­kitab apakah yang berisikan nasehat-nesehat kepada kaum muslimin dalam menghadapi gerakan kristenisasi itu?
Jawab:
Kami nasehatkan kepada seluruh kaum muslimin untuk bersungguh-sungguh di dalam mempelajari agama Islam, dan bersungguh-sungguh di dalam mempelajari tentang dalil-dalil syahadataini,120syarat-sayaratnya, dan perkara-perkara apa saja yang terkandung di dalam kedua syahadat tersebut.
Di samping itu, kami nasehatkan juga kepada seluruh kaum muslimin untuk benar-b…

Hadits ke-135 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Shalat Tidak akan Diterima tanpa Bersuci

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الحَنْظَلِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ» قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ: مَا الحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟، قَالَ: فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ
135. Ishaq bin Ibrahim al-Hanzhali menyampaikan kepada kami dari Abdurrazaq yang mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari Hammam bin Munabbih yang mendengar Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah 6 bersabda, “Shalat orang yang berhadats tidak akan diterima hingga dia berwudhu.“ Seorang laki-laki dari Hadhramaut berkata, “Apa yang dimaksud dengan hadats, wahai Abu Hurairah?“ Abu Hurairah menjawab, “Kentut, baik dengan suara atau tidak.“ (Lihat hadits no. 6954).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah