Langsung ke konten utama

Apakah orang yang memakai salib dihukumkan kafir dan keluar dari agama Islam, ataukah hukumnya berbeda berdasarkan keyakinan si pemakainya?

Apakah orang yang memakai salib dihukumkan kafir dan keluar dari agama Islam, ataukah hukumnya berbeda berdasarkan  keyakinan si pemakainya?

Jawab:

Tidak diragukan lagi, bahwa orang-orang Nasrani telah tersesat jalan ketika mereka mengagung-agungkan salib dan melukiskannya pada pakaian dan tubuh mereka. Demikian pula halnya orang yang meniru-niru mereka dalam hal memakainya dan mengagung­agungkannya (jika ia sudah mengerti), bahwa salib itu adalah sesembahan orang Nasrani dan lambang agama mereka. Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka. "180  Adapun orang yang tidak mengetahui tujuan orang yang memasang atau melukisnya pada kain atau benda apapun, maka ia dimaafkan. Demikian juga apabila gambar-gambar tersebut bukanlah gambar salib yang jelas, seperti motif-motif dan corak-corak yang terdapat pada sprei dan selimut. Kendati demikian, orang muslim hendaknya tetap waspada dan berhati hati terhadap perangkap orang-orang Nasrani yang terdapat dalam lambang-lambang mereka dan pada apa-apa yang mereka agung-agungkan. Tidak diragukan lagi, bahwa penyembahan mereka terhadap salib ini merupakan bentuk kebodohan, ketololan dan kelemahan pikiran yang sangat parah. Oleh karena itu, Ibn al-Qayyim -rahimahullah- mengatakan dalam kitab Ighaasatu al-Lahfaan min Mashaa'idi as-Syaithaan:
Kenapa para penyembah salib mengagungkannya ataupun mencela orang mau yang merubuhkannya Apakah akal dapat menerima tanpa mematahkan dan membakarnya, beserta orang yang meratapinya karena tuhan telah dinaikkan ke atasnya secara paksa sementara ia diikat kuat untuk memaku tangannya Padahal itulah kayu yang terkutuk sebenar-benarnya Maka injaklah ia, jangan cium jika engkau melihatnya Di atasnya tuhan sekalian makhluk pernah dihina dinista181 Engkau menyembahnya, maka engkau termasuk musuh-Nya

Selanjutnya beliau berkata, "Yang anehnya, dalam kitab Taurat mereka membaca: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"182, sementara itu mereka justru menjadikan lambang agama mereka adalah benda yang membuat mereka itu dikutuk karenanya. Sekiranya mereka mau berpikir sedikit saja, niscaya lebih pantas mereka membakar dan menghancurkan salib itu di manapun mereka menemukannya. Sebab menurut sangkaan mereka, di kayu salib itulah Tuhan dan sesembahan mereka telah disalib, dipermalukan dan dihina. Alangkah anehnya!. Setelah ini, dengan alasan apakah salib itu berhak mendapatkan pengagungan, kalau tidak karena mereka itu lebih sesat dari binatang? Pengagungan mereka terhadap salib termasuk bid' ah yang telah mereka buat-buat dalam agama al-Masih, beberapa waktu setelah kedatangan beliau. Lalu umat ini (Nasrani) menjadikannya sebagai sesembahan dengan bersujud kepadanya, dan apabila salah seorang mereka betul-betul ingin bersumpah, maka ia harus bersumpah dengan salib. Sekiranya mereka mau berpikir sedikit, niscaya lebih pantas mereka mengutuk salib demi tuhan mereka, karena tuhan mereka disalib di atasnya.183 wallahu a' lam.

Catatan kaki:

180. piriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad (2/50) dari Ibn umar Ra, dan Abu Daud dengan hadits nomor 4031, kitab: al-Libaas, bab: Fi Lubsi as-Syuhrah, dari Ibn Umar ra, dan dishahihkan oleh al-Albaani dalam kitab Shahih al Jaami' as­Saghiir, hadits no. 6149.
181. Lihat kitab Ighaasatu al-Lahfaan min Mashaa'idi as-Syaithaan karya Ibn al-Qayyim (2/ 638).
182. Galatia 3: 13.
183. Lihat kitab Ighaasatu al-Lahfaan min Mashaa'idi as-Syaithaan karya Ibn al-Qayyim (2/ 638).


Sponsor link:



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits ke-248 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Wudhu Sebelum Mandi

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلم " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ، بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي المَاءِ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ المَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ "
248. Abdullah bin Yusuf menyampaikan kepada kami dari Malik yang mengabarkan dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah istri Nabi 6 bahwa jika Nabi 6 hendak mandi janabah, beliau mengawalinya dengan membasuh tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Setelah itu, beliau memasukkan jari jarinya ke dalam air dan dengan jari tersebut beliau menyela-nyela pangkal rambutnya. Lalu beliau menuangkan air ke kepala dengan tiga kali cidukan kedua tang…

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi
Saat ini, generasi-generasi muda kaum muslimin, khususnya yang tinggal di Amerika dan Eropa, selalu dihadapkan pada gerakan kristenisasi yang dilakukan oleh umat Nashrani. Dimana mereka senantiasa mendatangi rumah-rumah kaum muslimin untuk menyampaikan dakwah mereka dan mengajak kaum muslimin untuk beribadah kepada Isa as. - wal 'iyadzu billah-, Apakah nasehat anda kepada mereka untuk dapat menghadapi gerakan kristenisasi yang bertubi-tubi tersebut? Dan kitab­kitab apakah yang berisikan nasehat-nesehat kepada kaum muslimin dalam menghadapi gerakan kristenisasi itu?
Jawab:
Kami nasehatkan kepada seluruh kaum muslimin untuk bersungguh-sungguh di dalam mempelajari agama Islam, dan bersungguh-sungguh di dalam mempelajari tentang dalil-dalil syahadataini,120syarat-sayaratnya, dan perkara-perkara apa saja yang terkandung di dalam kedua syahadat tersebut.
Di samping itu, kami nasehatkan juga kepada seluruh kaum muslimin untuk benar-b…

Hadits ke-135 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Shalat Tidak akan Diterima tanpa Bersuci

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الحَنْظَلِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ» قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ: مَا الحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟، قَالَ: فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ
135. Ishaq bin Ibrahim al-Hanzhali menyampaikan kepada kami dari Abdurrazaq yang mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari Hammam bin Munabbih yang mendengar Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah 6 bersabda, “Shalat orang yang berhadats tidak akan diterima hingga dia berwudhu.“ Seorang laki-laki dari Hadhramaut berkata, “Apa yang dimaksud dengan hadats, wahai Abu Hurairah?“ Abu Hurairah menjawab, “Kentut, baik dengan suara atau tidak.“ (Lihat hadits no. 6954).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah