Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

MENJENGUK ORANG SAKIT DAN HUKUMNYA

Orang  sakit  adalah  orang  yang   lemah,   yang   memerlukan perlindungan   dan   sandaran.   Perlindungan   (pemeliharaan, penjagaan) atau  sandaran  itu  tidak  hanya  berupa  materiil sebagaimana  anggapan  banyak  orang,  melainkan  dalam bentuk materiil dan spiritual sekaligus.

Karena  itulah  menjenguk  orang  sakit  termasuk  dalam   bab tersebut.  Menjenguk  si  sakit ini memberi perasaan kepadanya bahwa  orang  di  sekitarnya   (yang   menjenguknya)   menaruh perhatian   kepadanya,   cinta  kepadanya,  menaruh  keinginan kepadanya,  dan   mengharapkan   agar   dia   segera   sembuh. Faktor-faktor  spiritual  ini  akan  memberikan kekuatan dalam jiwanya untuk melawan serangan penyakit lahiriah.  Oleh  sebab itu,   menjenguk   orang  sakit,  menanyakan  keadaannya,  dan mendoakannya  merupakan   bagian   dari   pengobatan   menurut orang-orang  yang  mengerti.  Maka pengobatan tidak seluruhnya bersifat materiil (kebendaan).

Karena itu, hadits-hadits Nabawi menganju…

APAKAH MEMAKAI CADAR ITU WAJIB? ( 1/3 )

Pertanyaan:

Saya telah membaca tulisan Ustadz  yang  membela  cadar  dan menyangkal  pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa cadar itu bid'ah, tradisi luar  yang  masuk  ke  dalam  masyarakat Islam,  dan sama sekali bukan dari ajaran Islam. Ustadz juga menjelaskan  bahwa  pendapat  yang  mewajibkan  cadar  bagi wanita itu terdapat dalam fiqih Islam. Anda bersikap moderat terhadap  persoalan  cadar   dan   wanita-wanita   bercadar, meskipun kami tahu Anda tidak mewajibkan cadar

Sekarang kami mengharap kepada Anda - sebagaimana Anda telah bersikap moderat mengenai wanita bercadar  ini  dari  wanita yang  suka  buka-bukaan, yang suka membuka aurat - agar Anda bersikap moderat terhadap kami yang berjilbab (tetapi  tidak bercadar)  dan  saudara-saudara kami yang bercadar, termasuk terhadap kawan-kawan mereka yang  selalu  menyerukan  cadar. Mereka   yang  dari  waktu  ke  waktu  tidak  henti-hentinya menjelek-jelekkan kami, karena  kami  tidak  menutup  wajah. Mereka bera…

MENYANGGAH PENAFSIRAN YANG MERENDAHKAN WANITA

Pertanyaan:

Siapakah yang dimaksud dengan sufaha dalam firman Allah: "Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang  yang  belum sempurna  akalnya  (sufaha)  harta  (mereka  yang  ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai  pokok  kehidupan. Berilah  mereka  belanja  dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik." (an-Nisa' 5) Majalah  al-Ummah  nomor  49  memuat  artikel  Saudari Hanan Liham, yang mengutip keterangan Ibnu Katsir dari pakar  umat dan   penerjemah   Al-Qur'an,  Abdullah  Ibnu  Abbas,  bahwa as-sufaha (orang-orang  yang  belum  sempurna  akalnya)  itu ialah "wanita dan anak-anak."

Penulis   tersebut   menyangkal   penafsiran  itu,  meskipun diriwayatkan  dari  Ibnu   Abbas.   Menurutnya,   penafsiran tersebut  jauh  dari  kebenaran,  sebab  wanita  secara umum disifati  sebagai  tidak  sempurna  akalnya/bodoh   (salah), padahal   diantara  kaum  wanita  itu  terdapat  orang-orang sepert…