Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Aqidah menurut Salaf

Untuk mengetahui akidah Salaf, maka perlu disimak ungkapan dari ulama Salaf itu sendiri. Wakil Sultan (di Suriah tempat Ibnu Taimiyah bermukim, pen) bertanya tentang iktikad (Aqidah), maka Ibnu Taimiyah ra berkata: Aqidah bukan datang dariku, juga bukan datang dari orang yang lebih dahulu dariku tapi dari Allah SWT dan Rasul-Nya, dan apa yang diijma’i oleh para salaf umat ini diambil dari kitabullah dan hadits-hadits Bukhari dan Muslim serta hadits-hadits lainnya yang cukup dikenal dan riwayat-riwayat shahih dari generasi salaf umat ini.
   Dan kata Ibnu Taimiyah: “Aku berkata: ‘Tidak! Demi Allah! Ini bukan khusus aliran Ahmad bin Hanbal. Tapi ia adalah akidah generasi salaf dan para Imam ahli hadits. Juga kukatakan: Ini adalah akidah Rasulullah Saw, dan setiap lafadz yang kusebutkan, aku sertai ayat atau hadits atau ijma’ para salaf dan kusebutkan orangnya yang mengutip atau meriwayatkan ijma’ dari para salaf kaum muslimin, fuqaha yang empat, ulama mutakallimin, ahli hadits…

Musykilat seputar berdirinya NU

Kembali pada persoalan awal, Untuk melacak lebih cermat tentang sebenarnya untuk apa didirikannya NU, perlu disimak apa yang ditulis oleh Dr Deliar Noer. Menurutnya, penghapusan kekhalifahan di Turki menimbulkan kebingungan pada dunia Islam pada umumnya, yang mulai berfikir tentang pembentukan suatu khilafat baru. Masyarakat Islam Indonesia bukan saja berminat dalam masalah ini, malah merasa berkewajiban memperbincangkan dan mencari penyelesaiannya. Kebetulan Mesir bermaksud mengadakan kongres tentang khilafat pada bulan Maret 1924, dan sebagai sambutan atas maksud ini suatu Komite Khilafat didirikan di Surabaya tanggal 4 Oktober 1924 dengan ketua Wondosudirdjo (kemudian dikenal dengan nama Wondoamiseno) dari Sarekat Islam dan wakil ketua KHA Wahab Hasbullah. Kongres Al-Islam ketiga di Surabaya bulan Desember 1924 antara lain memutuskan untuk mengirim sebuah delegasi ke Kongres Kairo, terdiri dari Surjopranoto (Saerkat Islam), Haji Fachruddin (Muhammadiyah) serta KHA Waha…

KOREKSI PEMAHAMAN AHMADIYYAH DAN SALAMULLAH

Bagian 2;
Menurut Lia Aminuddin, ruh Nabi Muhammad menyapa dan menyatakan akan mengutarakan kesaksiannya bahwa Lia menerima ketentuan takdir Allah sehubungan dengan Kebangkitan Nabi Isa dalam sosok puteranya, Ahmad Mukti. Menurut argumen Lia Aminuddin, Iblis tidak mungkin berada di sana dan menyaru sebagai Rasulullah. Masih menurut pemikiran mereka, kegegabahan apa sehingga Iblis mampu mendekati makam Rasulullah dan menyatakan itu, sedangkan peristiwa itu dialami oleh dirinya di dalam masjid Nabawi yang menurutnya telah disucikan Allah, yang senantiasa dijaga oleh para malaikat sebagaimana Ka'bah dan Masjidil Haram. Seyogianyalah Allah tak akan membiarkan iblis mengganggu keabadian ajaran-Nya, yaitu ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Baik Mirza Ghulam Ahmad maupun Lia Aminuddin, keduanya sama-sama mengklaimkan Qur'an surah Ash Shaff ayat 6 yang menyebutkan nama "Ahmad" yang dinubuatkan oleh Nabi Isa Almasih kepada …

Tafsir Kitab Kejadian

Bermula dari doa Nabi Ibrahim as kepada Allah : Dan Ibrahim berkata kepada Allah: "Ya Allah, biarlah kiranya Ismail sajalah yang diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" (Kejadian 17:18) Atas doanya ini, Allah kemudian berfirman kepada Nabi Ibrahim : "Tentang Ismail, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu yang sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas pangeran, dan Aku akan membuatnya menjadi satu bangsa yang besar." (Kejadian 17:20) Kemudian firman Allah melalui malaikat kepada Hagar setelah pengusiran yang dilakukan oleh Sarah. "Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi satu bangsa yang besar." (Kejadian 21:18) Bahwa doa Nabi Ibrahim as terhadap putranya, Ismail agar tetap diperkenankan hidup dihadapan Allah bisa kita kaji secara luas dan mendalam, bukan dalam pengertian phisik, sebab tiada seorangpun yang hidup kekal abadi, namun ini merupakan doa rohani dari Na…