Hadits ke-284 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Membasuh Bagian yang Terkena Cairan Kemaluan Perempuan

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبِي قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو أَيُّوبَ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: إِذَا جَامَعَ الرَّجُلُ المَرْأَةَ فَلَمْ يُنْزِلْ؟ قَالَ: «يَغْسِلُ مَا مَسَّ المَرْأَةَ مِنْهُ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّي» قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: «الغَسْلُ أَحْوَطُ، وَذَاكَ الآخِرُ، وَإِنَّمَا بَيَّنَّا لِاخْتِلاَفِهِمْ»

293. Musaddad menyampaikan kepada kami dari Yahya, dari Hisyam, dari Urwah, dari ayahnya yang mengabarkan dari Abu Ayub, dari Ubay bin Ka’b yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang mencampuri istrinya, tetapi tidak keluar air mani?“ Rasulullah 6menjawab, “Hendaknya dia membasuh kemaluannya kemudian wudhu dan shalat.“ Abu Abdullah berkata, “Mandi itu lebih hati-hati, dan merupakan ketentuan hukum yang paling akhir. Kami menjelaskan hal ini karena ada perbedaan pendapat di kalangan ulama.“

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket baseball: click here, click here
SHARE

Berita Islam

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar